Cek Izin Pertambangan, ESDM dan KPK Dikomplain Pengusaha

Kompas.com - 11/04/2014, 19:22 WIB
Ilustrasi: areal tambang batubara KOMPAS/M SUPRIHADIIlustrasi: areal tambang batubara
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian ESDM bersama KPK melakukan pengecekan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) di 12 provinsi. Dalam kunjungan tersebut, para pengusaha tambang komplain saat tim gabungan tersebut mendatangi mereka.

"Kami Kementerian ESDM bersama KPK mengadakan kunjungan kerja penataan IUP ke 12 provinsi.Pengusaha komplain, ada tim dari pemerintah yang terdiri dari ESDM, Polisi, Kejaksaan, Kemenkum HAM, Kemendagri, BPKP dan Badan Informasi Geospasial," ujar R. Sukhyar, Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Provinsi-provinsi yang didatangi tim gabungan tersebut yaitu Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Di provinsi-provinsi yang didatangi tim gabungan tersebut terdapat 7.501 IUP dengan 4.365 berstatus Clean and Clean (CnC) dan 3.136 tidak CnC.

Menurut Syukyar, ada beberapa masalah mengapa ada IUP yang tidak CnC. "Masalah yang dihadapi, kenapa tidak CnC karena tidak lengkap membayar kewajiban seperti royalti, dana reklamasi, pasca tambang tidak ada, laporan tidak ada. Maka, mereka wajib melapor ke kepala daerah," ujarnya.

Dari data Direktorat Jendral Mineral dan Batubara Kementerian ESDM terdapat 10.918 IUP di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.041 telah berstatus CnC dan 4.877 berstatus tidak CnC.

Kewajiban perusahaan tambang untuk berstatus CnC merupakan salah satu syarat memberi nilai tambah barang tambang sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 dan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.