Kompas.com - 12/04/2014, 09:48 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN menargetkan pada 2022 seluruh pelosok tanah air, termasuk daerah pedalaman, wilayah terpencil, bahkan pulau-pulau terluar, telah teraliri listrik. Dua tantangan menghadang.

"(Namun), untuk mencapai target itu setiap tahun perlu tambahan pembangkit 5.700 mega Watt," ungkap Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, ketika ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Ada dua tantangan yang harus dihadapi PLN. "Pertama, kondisi geografis Indonesia yang berpulau. Mau menanam tiang saja susah. Jalan setapak tidak ada," kata Bambang. Kesulitan ini tak hanya dijumpai di luar Pula Jawa, kata Bambang, sembari menyebutkan di Pacitan di Jawa Timur masih ada satu atau dua rumah saja berlokasi di balik sebuah bukit.

"Kedua, soal pendanaan. Perlu tambahan 5.700 MW, itu berapa dana. Belum jaringan transmisi, belum gardu. Untuk mencapai target 2022, perlu dana Rp 70-80 triliun per tahun, untuk investasinya saja. Kalau operasinya Rp 230 miliar per tahun," sebut dia.

Kondisi sekarang

Saat ini total kapasitas seluruh pembangkit listrik PLN mencapai 36.000 mega Watt. Itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dari 54 juta pelanggan. Harga jual yang dipatok PLN sekarang adalah Rp 930 per kilo Watt per jam (KWH), sudah memasukkan subsidi ke dalamnya.

Bambang menyebutkan kebutuhan listrik nasional rata-rata tumbuh 9 hingga 10 persen per tahun. Khusus Pulau Jawa dan Bali yang mayoritas sudah mendapatkan aliran listrik, rata-rata pertumbuhan kebutuhan listriknya berkisara 7,5 persen. Sebaliknya, kawasan Indonesia Timur yang masih minim listrik, mencatatkan pertumbuhan kebutuhan hingga 15 persen.

"Tiga bulan pertama ini pertumbuhan kebutuhan listrik nasional 9 persen dibanding tiga bulan pertama 2013," sebut Bambang. Pada dua bulan pertama 2014, ujar dia, konsumsi listrik tercatat mencapai 32.000 giga Watt per jam (GWH), naik dibandingkan periode yang sama pada 2013 yang mencapai 29.500 GWH. Dia mengatakan konsumsi dua bulan dan tiga bulan tak terpaut jauh.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

BI Perkirakan Fed Funds Rate Akan Naik 50 Basis Poin di Desember 2022

Whats New
Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Aplikasi SFAST untuk Investasi, Apa Saja Keunggulannya?

Earn Smart
BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

BSBK Bakal Bangun Mal Ketiga di Balikpapan Superblock

Rilis
Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Mengenal Istilah ARB di Bursa Efek

Earn Smart
Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

Cuma Menabung 2 Bulan Bisa Dapat “Cashback” Jutaan Rupiah? Begini Caranya

BrandzView
Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Citibank Gandeng Home Credit Luncurkan Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai Rp 275 Miliar

Whats New
Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

Tebar Kebaikan, Sido Muncul Bantu Operasi Katarak Gratis bagi 150 Penderita di Bandung

BrandzView
Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Debat Panas Stok Beras Kementan Vs Bulog, Jokowi sampai Turun Tangan

Whats New
Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Penerbangan Indonesia Akan Masuk 4 Besar Dunia

Whats New
Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Turunkan Inflasi, BI Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Whats New
Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Gurita Bisnis Hartono Bersaudara, Pemilik BCA, Djarum, hingga Puluhan Media Online

Whats New
500.000 Ton Beras Impor Akan Masuk RI hingga Februari 2023

500.000 Ton Beras Impor Akan Masuk RI hingga Februari 2023

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi 'Top Losers'

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,38 Persen, GOTO, AMRT, dan EXCL Jadi "Top Losers"

Whats New
Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Profil Profesor Gudono, Besan Jokowi yang Merupakan Pakar Keuangan UGM

Whats New
Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Loket Stasiun Sukabumi Dirusak Calon Penumpang, KAI Pastikan Layanan Berjalan Normal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.