Kompas.com - 12/04/2014, 17:39 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina. 

KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghapusan subsidi bahan bakar minyak dinilai merupakan solusi paling ideal untuk menekan besarnya beban subsidi. Namun, langkah itu memerlukan kemauan dan keberanian pemerintah.

”Pendapat saya pribadi, paling ideal itu BBM bersubsidi dihilangkan. Itu idealnya kalau pemerintah mau dan berani melakukannya. Namun, itu perlu pertimbangan politik yang besar,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Hal senada diungkapkan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR yang Jumat kemarin bertemu Hidayat di Kemenperin.

Sudirman menjawab wartawan yang menanyakan solusi dari pihak produsen yang dapat memastikan agar tidak ada lagi penggunaan BBM bersubsidi oleh pengguna mobil murah hemat energi (low cost green car/LCGC).

”Solusinya, kalau menurut saya, hilangkan BBM bersubsidi. Sekarang, kan, timbul polemik terus. Pendapat saya pribadi, orang yang bisa membeli mobil juga bisa membeli BBM nonsubsidi,” kata Sudirman.

Sudirman mengatakan, penggunaan BBM nonsubsidi tentu akan meningkatkan biaya yang ditanggung pengguna mobil. Namun, persoalan itu dapat disiasati dengan mengatur penggunaan kendaraan tersebut.

Menurut Sudirman, selama ini produsen pun sudah mengimbau dan menggiring pengguna mobil hemat agar menggunakan BBM nonsubsidi di kendaraannya. Caranya dengan mencantumkan hal tersebut di buku manual dan stiker yang dipasang di tutup tangki BBM kendaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Selain itu, fuel inlet (lubang tangki bahan bakar) untuk Ayla dan Agya, sejak mulai dipasarkan, sudah dibuat kecil untuk diisi Pertamax atau Pertamax Plus,” kata Sudirman.

Payung hukum

Terkait dengan tudingan berbagai pihak bahwa pengguna mobil hemat masih menggunakan BBM bersubsidi, Sudirman menyatakan tidak tahu karena produsen tidak bisa mengawasinya di lapangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.