Kompas.com - 14/04/2014, 18:13 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menunggu perkembangan terbaru maskapai plat merah Merpati yang sedang mengalami krisis keuangan.

Sampai saat ini, kemenhub belum memutuskan apakah akan menutup pengoperasian Merpati atau tidak. “Kita tidak mengarah ditutup apa tidak, tetapi kita melihat kemampuan, dengan sesuai aturannya,” ujar ujar Herry Bakti, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub di Jakarta, Senin (14/4/2014).

Kementerian Perhubungan, menurut Herry, masih terus menunggu rencana bisnis dari Merpati. Namun hingga saat ini. Herry juga mengatakan bahwa belum ada pertemuan antara Kemenhub dengan Merpati.

“Kami menunggu bisnis plannya rencana dia. Belum (ada pertemuan), kita masih menunggu (perkembangannya),” katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mengatakan ada dua investor yang berminat membantu Merpati untuk kembali beroperasi. Kedua investor tersebut adalah Sukhoi, perusahaan pembuat pesawat tempur militer asal Rusia, dan pabrikan pesawat Tiongkok, Xian.

Dikabarkan, bahwa Xi'an sudah mengirim surat resmi kepada Kementerian BUMN. Demikian juga Shukoi sudah menyatakan berminat ikut membenahi Merpati. Bahkan, Dahlan Iskan, Menteri BUMN, menegaskan bahwa kedua produsen pesawat tersebut segera melakukan pertemuan untuk berunding dan membahas lebih lanjut teknis kerja sama dengan Merpati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.