Kompas.com - 16/04/2014, 14:27 WIB
Ilustrasi SPBU TRIBUNNEWS/HERUDINIlustrasi SPBU
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai, ada baiknya pemerintah saat ini menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan rumahnya, sehingga pemerintah baru bisa fokus dengan proyek-proyek infrastruktur.

Salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan adalah perihal subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dia mengatakan, jika subsidi BBM tidak dipangkas, ada risiko defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kalau DPR setuju, (pemangkasan) bisa dilakukan SBY, bisa juga dilakukan pemerintah baru Oktober atau November nanti," kata Fauzi, di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Dia menambahkan, jika dilakukan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dia memprediksikan Agustus adalah bulan yang tepat. Alasannya, pada bulan tersebut pola inflasi lebih rendah, sehingga pemangkasan subsidi BBM tidak membuat harga terlalu bergejolak.

Fauzi optimistis DPR bakal menyetujui wacana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengunci subsidi di Rp 2.000 - Rp 2.500 per liter. Artinya, dengan harga keekonomian minyak dunia saat ini yang mencapai Rp 11.000, maka harga premium disesuaikan di level Rp 8.500 atau Rp 9.000 per liter.

"Kalau wacana itu terealiasi, otomatis harga minyak dalam negeri akan berfluktuasi dengan harga minyak internasional, tapi dengan spread atau selisih yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Menurut Fauzi, wacana tersebut sangat mungkin disetujui DPR. Alasannya, defisit APBN yang harus dijaga di rasio 3 persen PDB merupakan alasan hukum. "Kalau dilampaui itu, Presiden, pemerintah, dan DPR, bisa disalahkan. Jadi sangat mungkin DPR menyetujui. Tapi kembali lagi pada akhirnya yang menentukan harga BBM dinaikkan adalah Presiden," jelas Fauzi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Presiden bisa saja bilang "Ya sudahlah harga BBM tidak dinaikkan, proyek aja dibatalkan pembangunannya"," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.