Indonesia Harus Waspadai Negara Tetangga

Kompas.com - 16/04/2014, 18:29 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Potensi besar pasar bebas ASEAN membuat negara-negara di kawasan berlomba-lomba memperbutkannya. Beberapa diantaranya bahkan bermanuver dengan kebijakan pemerintahnya sendiri.

Presiden Komisaris PT Indomobil Subronto Laras mengatakan, Indonesia harus mewaspadai persiapan negara-negara tentangga. Terlepas dari faktor lain, mereka dinilai lebih kompetitif dari sisi konektivitas.

“Kita mesti sadar, negara kita ini negara yang terdiri dari kepulauan, konektivitas menjadi penting. Kita berhadapan dengan negara ASEAN lain, yang 8 negara itu semua sambung satu dengan lainnya, karena berada di satu daratan. Indonesia dan Filipina problem besar, masalah konektivitas,” katanya.

Kendati demikian, selalu ada pilihan untuk menuntaskan problem besar. Subronto menerangkan, belakangan muncul wacana menjadikan Bitung sebagai pintu konektivitas dengan negara lain.

“Jadi beberapa pengusaha internasional sudah bilang, jika mereka mengirim barang menggunakan fasilitas Bitung, bisa hemat 3 hari. Tinggal sekarang siap tidak Bitung untuk itu?” kata Subronto.

Terkait konektivitas ini, sebut dia, asosiasi pengusaha Indonesia sudah bertatap muka dengan sejumlah pengusaha di ASEAN. Hasilnya, pengusaha Filipina ingin menyambungkan antara Davao City, Filipina, dengan Bitung, Indonesia. Ia menilai, wacana tersebut cukup menarik.

“Kita harus akui, Filipina agrobisnisnya lebih kuat dari kita. 20 – 30 tahun yang lalu mereka sudah mengekspor pisang ke mana-mana, waktu itu kita belum siap,” pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.