Menyambung Hidup, Karyawan Merpati Diizinkan Cairkan Dana Jamsostek

Kompas.com - 17/04/2014, 14:27 WIB
Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAMerpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan, keinginan karyawan PT Merpati Nusantara Airline (Persero) mencairkan dana Jamsostek sudah disetujui. Menurutnya, pengambilan keputusan tersebut ibarat contra flow dijalan tol.

"Keinginan karyawan Merpati untuk menyambung hidup sudah disetujui. Awalnya ada masalah aturan, tapi karena pemilik ingin menolong, maka anggap saja ini seperti contra flow. Mestinya tidak seperti itu, tapi diperbolehkan," ujar Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (17/4/2014).

Dahlan menjelaskan, ada beberapa masalah dalam proses persetujuan dana tersebut. Menurutnya, hambatan utamanya adalah aturan untuk membantu karyawan Merpati tersebut tidak ada. Namun, setelah membicarakannya secara intens, akhirnya Jamsostek bisa menyalurkan dananya tersebut.

Menurut Dahlan, dana yang akan disalurkan Jamsostek tersebut bisa digunakan untuk menyambung hidup karyawan Merpati yang gajinya belum dibayarkan maskapai tersebut.

"Makanya, karyawan Merpati akan mendapat dana Jamsostek seperti mereka kehendaki untuk menyambung hidup karena gajikan belum ada jalan keluar," tandasnya.

Sebelumnya, Asosiasi Pilot Merpati (APM) sudah melaporkan masalah tersebut kepada Menteri BUMN, namun tidak pernah ada tanggapan berarti dari pemerintah. Selain ke Menteri BUMN, APM juga sudah bertemu fraksi PDIP di DPR membicarakan masalah tersebut.

Namun, surat yg dilayangkan setelah pertemuan tersebut kepada Menteri Keuangan belum mendapatkan tanggapan berarti. Seperti diketahui, PT Merpati Nusantara Airline terlilit utang sebesar Rp6,7 triliun. Hal ini mengakibatkan ketidakmampuan manajemen untuk membayar gaji karyawannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan karena tidak menerima hak-hak normatif sejak November 2013, 50 pilot Merpati Nusantara Airline (MNA) hengkang dari maskapai yang melayani rute perintis tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.