Hadi Poernomo Kabulkan Keberatan BCA Sehari Sebelum Jatuh Tempo

Kompas.com - 22/04/2014, 10:22 WIB
Ketua BPK RI Hadi Poernomo KOMPAS/RIZA FATHONIKetua BPK RI Hadi Poernomo
Penulis Icha Rastika
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA. KOMPAS.com
- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo selaku Direktur Jenderal Pajak 2002-2004 diduga mengabulkan permohonan keberatan bayar pajak yang diajukan PT Bank Central Asia sehari sebelum jatuh tempo bagi Ditjen Pajak untuk menyampaikan putusannya atas keberatan tersebut.

Dengan demikian, tidak ada cukup waktu atau kesempatan lagi bagi Direktorat Pajak Penghasilan (PPh) untuk memberikan tanggapannya atas keputusan yang disampaikan Hadi selaku Dirjen Pajak melalui nota dinas tersebut karena keputusan itu disampaikan satu hari sebelum tenggat waktu.

"Jadi, waktu yang diberikan sudah tidak ada kepada direktur PPh. Padahal seharusnya ada waktu yang diberikan agar supaya direktur PPh selaku pejabat penelaah pajak bisa memberikan tanggapan atas kesimpulan yang dibuat Dirjen Pajak. Tetapi ini tidak diberikan lagi kesempatannya padahal kesimpulannya berbeda yang dibuat direktorat PPh berbeda dengan kesimpulan yang dibuat dirjen pajak," tutur Ketua KPK Abraham Samad saat mengumumkan penetapan Hadi sebagai tersangka pada Senin (21/4/2014).

Padahal, sesuai ketentuan, keputusan atas keberatan pajak tersebut harus diambil berdasarkan pertimbangan yang teliti, tepat, cermat serta bersifat menyeluruh. Hadi seharusnya memberikan tenggang waktu kepada Direktur PPh untuk menyampaikan pendapat yang berbeda.

Keputusan Hadi selaku Dirjen Pajak yang menerima keberatan BCA itu bertolak belakang dengan hasil telaah yang dilakukan Direktorat PPh atas keberatan pajak BCA. Hasil telaah Direktorat PPh menyimpulkan bahwa keberatan pajak BCA harus ditolak.

Kesimpulan itu disampaikan Direktur PPh kepada Hadi melalui surat pengantar risalah keberatan pada 13 Maret 2004. Namun Hadi memerintahkan Direktur PPh untuk mengubah kesimpulan tersebut.

"Dia (Hadi) meminta kepada direktur PPh selaku pejabat penelaah melalui nota dinas itu, meminta mengubah kesimpulan dari hasil telaahaan wajib pajak BCA yang semula ditolak, diubah menjadi menerima seluruh keberatan. Di situlah peran Dirjen Pajak saudara HP," kata Abraham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Hadi dianggap mengabaikan fakta bahwa materi keberatan yang sama juga diajukan sejumlah bank lain dan diputuskan ditolak. Atas perbuatan Hadi itu, negara diduga mengalami kerugian mencapai Rp 375 miliar. Perhitungan kerugian negara tersebut berasal dari potensi pajak yang seharusnya dibayarkan oleh BCA.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.