Kompas.com - 23/04/2014, 14:08 WIB
Keranda yang diusung para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam aksi unjuk rasa di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014) pagi. Para karyawan mengusung keranda sebagai simbol penolakan terhadap rencana akuisisi yang akan dilakukan Bank Mandiri terhadap bank tersebut Alsadad RudiKeranda yang diusung para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam aksi unjuk rasa di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014) pagi. Para karyawan mengusung keranda sebagai simbol penolakan terhadap rencana akuisisi yang akan dilakukan Bank Mandiri terhadap bank tersebut
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan saat ini PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) saat ini tidak memiliki kekuatan pembiayaan lagi. Sehingga, perseroan harus dikonsolidasikan dengan PT Bank Mandiri Tbk.

"Jika memang diakuisisi pantas saja karena mulai tahun 1990 manajemen BTN itu sudah keropos terutama orang atas-atasnya. Pembiayaan kurang kuat meski uangnya ada, karena risiko birokasi," kata Dewan Pertimbangan Kadin Imron Rosyidhi di Menara Kadin, Rabu (23/4/2014).

Lebih lanjut, Imron mengungkapkan jika nantinya pemerintah menyetujui rencana akuisis tersebut, banyak sumber daya manusia (SDM) perbankan yang pindah ke BTN. Bank yang fokus ke kredit perumahan ini menjadi incaran banyak pegawai perbankan.

"Kalau jadi diakuisisi, pasti banyak bankir yang rebutan ingin ke BTN. Ini jadi pembicaraan di kalangan pensiunan perbankan," ujar dia.

Secara umum Imron mengaku dirinya setuju rencana Kementerian BUMN menggabungkan kedua perbankan tersebut. Dengan menggabungkan BTN dengan Bank Mandiri, maka bank BUMN Indonesia akan menjadi bank yang kuat dan besar di kawasan regional.

"Kita ingin besar, kalau itu bisa bergabung jadi anak usaha atau divisi namanya kan berarti asetnya lebih besar bisa Rp 1.000 triliun, kan bangga punya bank terbesar di Asia, kenapa tidak makanya kalau dilihat dari segi ekonomi ya menguntungkan," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.