Kompas.com - 23/04/2014, 20:32 WIB
Bank Permata. KOMPAS/HERU SRI KUMOROBank Permata.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Permata Tbk membagikan dividen sebesar Rp 172,58 miliar atau Rp 14,52 per saham kepada pemegang saham. Jumlah itu mewakili 10 persen dari total laba bersih tahun buku 2013.

Adapun sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan Bank secara berkesinambungan dan mendukung pertumbuhan bisnis. Hal itu merupakan salah satu keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini, Rabu (23/4/2014).

Selain itu, RUPST juga menyetujui penempatan sejumlah bankir ke dalam jajaran dewan komisaris dan direksi. Selain itu, pemegang saham juga setuju untuk mengangkat Dewan Pengawas Syariah.

Dalam hal ini, Cheng Teck Lim, Executive Vice Chairman dan Chief Executive Officer Standard Chartered Bank di China, sebagai Komisaris Utama Bank permata. Cheng Teck Lim bergabung dengan Standard Chartered Bank pada tahun 1989 dan sejak itu menjabat berbagai peran strategis dalam Standard Chartered Group.

Wakil Komisaris Utama Gunawan Geniusahardja akan merangkap sebagai Pelaksana Tugas Komisaris Utama sampai nominasi Cheng Teck Lim menerima persetujuan regulator dan menjadi efektif.

Sementara itu, Roy Arman Arfandy, yang saat ini menjabat Direktur Wholesale Banking, diangkat sebagai Wakil Direktur Utama. Selain itu, Roy juga akan merangkap sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama sampai pengangkatan Presiden Direktur baru dalam rapat umum pemegang saham Bank dan persetujuan dari regulator.

Pemegang saham juga menyetujui nominasi H. Muhamad Faiz, MA. sebagai ketua dan Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M.Ag sebagai anggota Dewan Pengawas Bank Permata Syariah. Muhamad Faiz telah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah Bank sejak tahun 2008 sementara Jaih adalah seorang profesor di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.