Pemerintah Belum Tentukan Alokasi Batu Bara untuk Dalam Negeri

Kompas.com - 24/04/2014, 14:44 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah hingga triwulan satu 2014 ini belum merampungkan perbaikan domestic market obligation (DMO) atau alokasi batu bara yang harus dijual di dalam negeri. Walau demikian, Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar memastikan akan segera merampungkannya.

"Kita sedang perbaiki (DMO). Kita sudah punya konsepnya," kata dia di Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Sukhyar menuturkan, DMO ini berkaitan dengan pembatasan ekspor batu bara dan besaran royalti. Sebagaimana diketahui, pengusaha mengeluhkan kenaikan royalti di tengah tekanan harga batu bara yang hanya di kisaran 78 dollar AS per ton.

Di sisi lain, Sukhyar menuturkan, pemerintah terus berupaya untuk memangkas eksploitasi batu bara besar-besaran. Meksi batu bara merupakan sumber energi yang paling siap memenui pasokan nasional, pemerintah ingin pemanfaatannya bisa berlangsung dalam tempo lama.

"Kalau kita ingin produksi semua banyak sekarang, ini bahaya sekali untuk ketahanan energi," katanya.

Sebagai informasi, pada 2013 lalu, pemerintah mematok kewajiban penjualan batu bara di dalam negeri minimal 74,32 juta ton. Volume DMO tersebut setara dengan 20,3 persen dari target produksi tahun ini, yang diproyeksikan mencapai 337 juta ton hingga 366,04 juta ton.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.