Risiko Bencana Alam Dimitigasi, Pertumbuhan Ekonomi Terdorong

Kompas.com - 24/04/2014, 20:43 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Bank Dunia Fifi Alatas mengungkapkan risiko bencana alam harus dapat dimitigasi dengan baik. Apabila pengelolaan risiko tersebut baik, maka akan berdampak kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Akan ada kenaikan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Mungkin akan terjadi dalam satu atau dua tahun, seiring dengan perubahan yang dilakukan pemerintah," kata Fifi di Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Fifi mengatakan, pengelolaan risiko bencana alam harus terus dilakukan. Tujuannya adalah agar masyarakat miskin tidak terkena imbas akibat kondisi tersebut sekaligus melindungi rakyat secara umum.

"Perlindungan ini perlu dilakukan agar warga miskin bisa menanggulangi risiko bencana alam, dan harus dilakukan secara konsisten supaya tidak ada bencana alam yang menyusahkan kehidupan masyarakat," ujar Fifi.

Pada kesempatan sama, Direktur Laporan Pembangunan Dunia dari Bank Dunia Norman Loayza mengatakan pengelolaan risiko bencana alam sangat penting bagi pembangunan suatu negara. Jika pengelolaan tidak dilakukan, maka negara akan mengalami inflasi dan pelambatan pertumbuhan ekonomi.

"Jika risiko bencana alam tidak berhasil ditangani, maka akan ada ancaman inflasi karena kenaikan harga barang. Ini yang menjadi hambatan bagi prospek pertumbuhan," ujar Norman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.