Kompas.com - 27/04/2014, 12:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).    KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ketika menghadiri rapat koordinasi regional II perumahan dan kawasan permukiman tahun 2013 di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2013).
|
EditorErlangga Djumena

BOGOR, KOMPAS.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Joko Widodo menyinggung persoalan impor ikan di Indonesia yang menurutnya mengalami lonjakan. Padahal, lanjut pria yang akrab disapa Jokowi ini, sumber daya laut di Indonesia sebagai negara maritim seharusnya bisa memenuhi kebutuhan nasional tanpa mengandalkan impor.

"Impor ikan, kita ini negara maritim tapi impor ikannya melonjak naik seperti ini," kata Jokowi, disela-sela kunjungannya di kawasan pertanian di Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/4/2014).

Persoalan impor menurutnya tidak hanya terjadi disektor kelautan. Lonjakan impor juga terjadi pada sektor pertanian dan perkebunan untuk bahan pangan, yang meliputi beras, garam, gula, jagung, buah-buahan dan lainnya.

Padahal, sebut Jokowi, peningkatan penduduk Indonesia mencapai 3 juta orang pertahun. Karena itu ia menilai perlunya ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apalagi, lonjakan impor masalah pangan ini menurutnya mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

"Itulah problem lonjakan impor yang harus diselesaikan. Karena hal tadi gampang sekali terjadi inflasi harga bahan pokok," ujar Jokowi.

Oleh karenanya, ia mengungkapkan, perlunya mewaspadai masalah impor dengan kebijakan yang tepat. Salah satunya, menurut Jokowi, dengan berani mengeluarkan kebijakan esktrim. "Kita harus waspadai lima sampai sepuluh tahun yang akan datang resiko apa yang kita hadapi," ujar Jokowi.

Yang terpenting, lanjut dia, sektor produksi harus lebih ditingkatkan. Kebiasaan impor menurut Jokowi harus dibatasi. Dengan demikian, swasembada di berbagai bidang bisa terjadi.  "Kita harus konsen pada produksinya. Impor harus mulai dipotong dan kurangi terus. Target bisa empat sampai lima tahun, asal ini betul konsisten dilakukan," ujar Jokowi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.