Kompas.com - 28/04/2014, 06:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Minggu (27/4/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusGubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Minggu (27/4/2014).
|
EditorPalupi Annisa Auliani

BOGOR, KOMPAS.com - Kartel yang menguasai tata niaga komoditas termasuk pangan, tak dipungkiri memang terjadi di Indonesia. Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, punya pendapat soal hal ini. Dia menyinggung pula tentang peran Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Kita ngerti ada kartel-kartel yang orang-orangnya jelas," kata Jokowi di sela kunjungannya di area pertanian di Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/4/2014). Menurut dia, kartel yang "mempermainkan" harga komoditas termasuk kebutuhan pokok itu hanya bisa diatasi dengan pengaturan yang ketat dari pemerintah.

"Peraturannya harus diatur total, (dengan) peraturan pemerintah, peraturan menteri. Agar kesempatan memainkan harga bisa dihilangkan," ujar Jokowi. Pada posisi ini, imbuh dia, peran Bulog bisa difungsikan lebih luas. "Peran Bulog harus diberikan porsi yang baik. Jadi tidak hanya mengurus urusan beras saja," kata Jokowi.

Keberadaan kartel di Indonesia sudah lama diendus. Kajian soal itu pun sudah kerap digelar. Diskusi ”Tinjauan Historis dan Perilaku Kartel Pangan Strategis di Indonesia”, yang digelar di Jakarta pada Sabtu (19/10/2013), misalnya, mengatakan kartel dan jalan pintas berupa impor komoditas adalah satu sisi mata uang.

”Pemerintah cenderung berpikir pendek, yaitu mengandalkan impor pada saat terjadi kelangkaan dan naiknya harga komoditas pangan. Saat itulah kartel pangan oleh segelintir importir terjadi,” kata Sekretaris Jenderal Agribisnis Club Tony J Kristianto. Dia pun berpendapat petani selayaknya mendapat subsidi di sisi hilir, yaitu pada pengolahan pascapanen dan stabilisasi harga dengan mengembalikan peran Bulog.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.