Bahas Dampak Kenaikan Tarif Listrik, Menperin Bakal Temui Menkeu

Kompas.com - 29/04/2014, 13:36 WIB
Ilustrasi KONTAN/DANIEL PRABOWOIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski mengaku pasrah lantaran telah menjadi keputusan pemerintah, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat tetap akan mengupayakan kompensasi bagi dunia industri soal tarif listrik.

Untuk itu, dia bakal menemui Menteri Keuangan, Chatib Basri. "Kita mau compare dampak negatifnya dengan penghematan yang dihasilkan dari kenaikan tadi," kata dia ditemui di sela-sela konferensi "Indonesia Green Infrastructure Summit/ IGIS 2014", di Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Menurut perhitungan Hidayat, penghematan dari kenaikan tarif listrik untuk golongan industri besar dan emiten, per tahun, hanya sekitar Rp 8 triliun. Di sisi lain, penaikan tarif listrik bisa memicu lay off (pemutusan hubungan kerja). Hal ini belum menjadi perhitungan pengambil kebijakan kenaikan tarif listrik.

Dia mengatakan, untuk bisa survive dengan cashflow yang berat, biasanya perusahaan padat karya akan mulai mengurangi kapasitas produksi.

"Bisanya yang paling mudah itu lay off, itu yang mau saya hindari," lanjut mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu.

Dua industri padat karya yang langsung terdampak jika tarif listrik naik hingga 64 persen adalah pabrik tekstil dan pabrik sepatu. "Kadang-kadang, karena saya dari dunia usaha, kalau lihat itu lebih khawatir daripada (pejabat) yang tidak (dari dunia usaha)," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.9 tahun 2014 menetapkan kenaikan tarif tegangan listrik (TTL) pada 1 Mei 2014. Dalam peraturan tersebut, tarif listrik akan naik setiap dua bulan sekali sebesar 8,6 persen untuk perusahaan yang sudah go public (i3) dan sebesar 13,3 persen untuk industri besar (i4).

Dengan demikian, hingga akhir tahun ini tarif listrik untuk golongan i3 akan naik sebesar 38,9 persen, sementara untuk golongan i4 akan naik kumulatif sebesar 64,7 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.