Ini Alasan Buruh Tuntut Lipstik dan Parfum Masuk KHL

Kompas.com - 03/05/2014, 16:04 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengusulkan tambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item. Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, hal itu lantaran 60 komponen KHL dirasa tak lagi manusiawi.

"Yang kami minta itu tidak hanya jumlah, tapi juga kualitas. Yang sebelumnya itu tidak manusiawi. Secara kualitas itu harus diubah," kata Said ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (2/5/2014).

Said memberi contoh, dalam komponen KHL yang lama terdapat item berupa 10 kilogram beras, 5 potong ikan, dan 0,75 kilogram daging per bulan. Menurut dia, kuantitas kebutuhan tersebut sudah tak lagi manusiawi. Apalagi, untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, dibutuhkan nutrisi yang baik.

"Secara kualitas itu harus diubah untuk sumber daya manusia dengan kualitas yang baik. Kualitas nutrisinya juga harus diperbaiki. Makanya kita menuntut KHL diubah dari 60 item menjadi 84 item," jelas Said.

Terkait tuntutan berupa kosmetik seperti bedak, lipstik, dan parfum, Said meminta semua pihak jangan menganggap buruh menuntut produk-produk kosmetik mahal dengan harga selangit. Tuntutan berupa item tersebut tentu disesuaikan kualitas dan harganya sesuai dengan daya beli para buruh.

"Bedak, lipstik, dan parfum itu jangan dikira yang harganya mahal dan merek-merek mahal. Yang kualitasnya rendah, harganya kan murah. Parfum juga yang KW-KW begitu, kualitas rendah, bukan yang bermerek," tegasnya.

Di dalam KHL juga dimasukkan item berupa pulsa ponsel dan televisi. Said menegaskan, para buruh tentu sangat memerlukan kedua item tersebut. Pulsa misalnya, digunakan untuk menelepon, membalas panggilan telepon, maupun berkirim SMS dengan atasan atau pihak kantor.

"Kalau TV, kalau mau SDM kita bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masa TV saja enggak punya? Harga TV-nya juga yang sekitar Rp 1 juta, dibagi 36 bulan kan berarti Rp 25.000 per bulan," papar Said.

Tuntutan 84 item KHL tersebut bukan tanpa dasar. Penentuan tuntutan sudah didasarkan pada hasil riset ilmiah yang telah dilakukan beberapa lembaga. KSPI, lanjutnya, menentukan sebanyak 84 item KHL tersebut sesuai dengan standar hidup pekerja yang masih lajang. "Sebenarnya jangan dipikir mahal tuntutan KHL kita itu. Sebenarnya murah," tukas Said.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Cara Tarik Tunai Bank Jateng Tanpa Kartu via Internet Banking dan Bima

Spend Smart
Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Main HP di SPBU Bisa Picu Kebakaran, Cuma Mitos atau Fakta?

Whats New
Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Butuh Uang Tambahan? Simak Cara Daftar Shopee Affiliates Program

Work Smart
Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Lebih Murah Beli Minyak Goreng di Alfamart atau Indomaret?

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.