Kompas.com - 04/05/2014, 15:59 WIB
Ilustrasi: Puluhan hektar sawah di Aceh Besar mengalami kekeringan beberapa waktu lalu K12-11Ilustrasi: Puluhan hektar sawah di Aceh Besar mengalami kekeringan beberapa waktu lalu
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Pengamat Pertanian Husein Sawit mengemukakan, Indonesia mengalami bencana sebanyak dua kali dalam setahun. Di awal tahun, sebagian daerah mengalami banjir karena curah hujan yang tinggi. Dan di akhir tahun, kemarau panjang melanda di sejumlah daerah.

"Awal tahun banyak air awal tahun, akhir tahun kekurangan air," ujar Husein, Minggu (4/5/2014).

Husein menilai, pasokan komoditas masih dalam angka yang aman, namun Perum Bulog masih kesulitan dalam mendorong produksi pangan. Selama cuaca belum bisa diprediksi, pasokan pangan dalam negeri harus bisa dijaga seketat mungkin.

"Bulog kesulitan pengadaan dalam negeri, dikaitkan dengan produksi, berkaitan iklim," ungkap Husein.

Husein mengimbau para petani untuk siap-siap menggeser masa bercocok tanamnya. Karena hal itu untuk menghindari cuaca buruk yang bisa menghancurkan masa panen. "Masa tanam tergeser, masa panen bergeser," jelas Husein. (Fajar Pratama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.