Meski Akuisisi Menggantung, Mandiri dan BTN Tetap Menggelar RUPSLB

Kompas.com - 06/05/2014, 08:26 WIB
Aksi penolakan para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN)  terhadap rencana akusisi oleh Bank Mandiri di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014). Alsadad RudiAksi penolakan para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) terhadap rencana akusisi oleh Bank Mandiri di Kantor Pusat BTN, di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (20/4/2014).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri tampaknya masih harus lebih bersabar menggapai mimpi menjadi bank berskala ASEAN. Hingga Senin (5/5/2014), bank beraset terbesar di Tanah Air ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait akuisisi atas Bank Tabungan Negara (BTN).

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri, memastikan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri pada 21 Mei tetap berlangsung. "RUPS tetap jalan. Tetapi rencana akuisisi BTN belum bisa dipastikan," terang Budi, Senin (5/5).

Budi menegaskan, rencana pertumbuhan anorganik Mandiri tetap terbuka, kendati belum mendapat kepastian akuisisi tersebut. Alasannya, konsolidasi perbankan diperlukan demi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum mendapatkan perubahan agenda RUPS Bank Mandiri maupun BTN. "Belum ada penyesuaian agenda akuisisi di RUPS terkait arahan pemerintah terbaru," tutur Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawasan Bank OJK.

Nelson menegaskan, rencana RUPS Mandiri dan BTN bakal tetap berjalan. Sebab, selain akuisisi, ada agenda lain berupa pergantian komisaris di Mandiri dan BTN. Niat Bank Mandiri mencaplok BTN tertuang pada surat berkop Kementerian BUMN No. SR-2014/MBU/ 2014.

Surat itu menyebutkan, Kementerian BUMN mengusulkan agenda tambahan berupa perubahan kepemilikan saham BTN pada RUPS 21 Mei mendatang. Kementerian BUMN juga sudah membuat roadmap konsolidasi sektor keuangan BUMN, yang di dalamnya termasuk akuisisi Mandiri ke BTN.
RUPS ini digelar serempak, baik oleh Mandiri dan BTN.

Rencana ini tak menentu, pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi instruksi penundaan rencana akuisisi pada 23 April lalu. (Issa Almawadi)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.