Boediono: Tiga Bank BUMN Juga Minta Suntikan Dana pada 2008

Kompas.com - 09/05/2014, 15:31 WIB
Wakil Presiden Boediono bersaksi dalam sidang mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (9/5/2014). Budi didakwa karena diduga terlibat kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) DANY PERMANAWakil Presiden Boediono bersaksi dalam sidang mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (9/5/2014). Budi didakwa karena diduga terlibat kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono menyebutkan bahwa tiga bank BUMN juga mengajukan suntikan dana kepada pemerintah karena kondisi perekonomian yang bergejolak pada 2008.

Hal itu diungkapkan Boediono saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Jumat (9/5/2014). Menurutnya, saat itu banyak bank di Indonesia yang mengalami kesulitan likuiditas, dan Bank Indonesia menjadi tumpuan bagi bank swasta untuk mendapatkan dana.

"Bank BUMN bisa langsung meminta tambahan dana kepada pemerintah tanpa harus melalui BI. Kalau untuk swasta, itu yang menjadi tumpuan terakhir adalah Bank Indonesia sebagai lender of the last resort," ujar Boediono.

Dia menyebutkan tiga bank BUMN masing-masing mengajukan suntikan dana sebesar Rp 15 triliun.

Boediono juga mengaku bahwa saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, dia melaporkan bahwa kondisi perekonomian nasional sedang dalam tekanan. "Jadi Gubernur BI tidak mengatakan bahwa ekonomi baik-baik saja," jelasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.