Boediono: Kabar Soal Bank Gagal Kliring Sangat Mengganggu

Kompas.com - 09/05/2014, 16:49 WIB
Wakil Presiden Boediono bersaksi dalam sidang mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (9/5/2014). Budi didakwa karena diduga terlibat kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. TRIBUNNEWS/DANY PERMANAWakil Presiden Boediono bersaksi dalam sidang mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (9/5/2014). Budi didakwa karena diduga terlibat kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono mengaku merasa terganggu dengan tersebarnya surat elektronik dari pegawai PT Bahana Securities Erick Jazir Adriansyah mengenai adanya sejumlah bank yang gagal kliring pada November 2008.

Meskipun informasi tersebut belakangan ada benarnya karena Bank Century gagal kliring, namun saat itu Gubernur BI tidak menindaklanjuti.

"Menurut saya ada informasi seperti itu (email tersebar). Informasi itu sangat mengganggu, namun kami di Bank Indonesia tidak ikut menelusuri," ujar Boediono dalam kesaksian di Pengadilan Tipikor, Jumat (9/5/2014).

Sebelumnya pada 2008 tersebar surat elektronik yang menyebutkan bahwa sejumlah bank gagal kliring karena masalah likuditas. Bank-bank yang disebutkan mengalami gagal kliring adalah Bank Panin, Bank Artha Graha, Bank Bukopin, Bank Century, dan Bank Victoria.

Terkait dengan tersebarnya email itu, Mabes Polri telah menetapkan Erick sebagai tersangka penyebaran isu dan berita bohong tentang adanya beberapa bank yang mengalami krisis likuiditas.

Namun belakangan informasi itu terbukti saat Bank Century dinyatakan gagal kliring.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.