Lampau Jatah Bulanan, Kementan Minta Pupuk Bersubsidi Tetap Disalurkan

Kompas.com - 12/05/2014, 12:07 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta PT Pupuk Indonesia tetap menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh daerah di Indonesia, sekalipun melebihi jatah bulanan. Hal ini dilakukan untuk merespon kelangkaan pupuk dikalangan petani.

"Jika di daerah masih membutuhkan tambahan pupuk. Kami akan minta untuk disalurkan," ujar Suswono kepada KONTAN, Senin (12/5/2014).

Petani, kata Suswono, tidak perlu khawatir akan langkahnya pupuk subsidi di pasar. Pemerintah telah meminta Pupuk Indonesia segera memenuhi kebutuhan petani sekalipun anggaran belum turun.

"Pemerintah akan mengupayakan kekurangan pembayaran melalui APBN tahun ini atau  diperhitungkan tahun depan," ujar Suswono.

Saat ini kebutuhan pupuk subsidi setiap tahunnya mencapai 9,2 juta ton namun PT Pupuk Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan pupuk sebanyak 7,7 juta ton.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, pemerintah masih menunggak utang subsidi triliunan rupiah kepada PT Pupuk Indonesia  sebesar Rp 16,7 triliun. Tunggakan tersebut sejak tahun 2012 hingga sekarang. (Mona Tobing)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Kontan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.