Ditjen Pajak Ingin Punya Kewenangan Lebih Banyak

Kompas.com - 15/05/2014, 14:29 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di beberapa negara, kewenangan otoritas perpajakan sangat luas terkait dengan kewenangan SDM, organisasi, dan keuangan.

Kepala Sub-Bagian Organisasi Ditjen Pajak, Kemenkeu, Bora Darussalam, menuturkan, hal tersebut memang sengaja diberikan untuk memperkuat fungsi pendukung dalam optimalisasi penerimaan negara dari pajak.

“Dan kita sampaikan seandainya DJP itu diberikan kewenangan, DJP bisa lebih optimal,” kata dia dalam Media Gathering, di Sukabumi, Jawa Barat, awal pekan ini.

Mengenai format badang perpajakannya seperti apa, Bora mengatakan, hal tersebut bukan kewenangan DJP untuk menentukan. “Tapi kalau dimintai pendapat, kita akan menyampaikan,” ucapnya.

Dia mengatakan, dari sembilan kewenangan yang diperbandingkan, Indonesia hanya punya kewenangan. Ini tentu sulit lantaran fungsi pendukung DJP juga sangat minim. Dari sisi organisasinya saja, terang Bora, DJP hanya memiliki empat kantor pelayanan pajak (KPP) WP besar, 28 KPP madya, serta 299 KPP pratama. Sedangkan kantor pelayanan, penyuluhan, dan konsultasi pajak hanya 207 unit.

"Padahal, fungsi penyuluh ini sangat dibutuhkan oleh WP," ujarnya.

Fungsi penyuluh diakuinya sangat penting agar masyarakat sadar akan pajak dan manfaatnya. Dalam APBN-P 2013, kontribusi atau porsi dari penerimaan pajak sebesar 76 persen, terbagi menjadi 66 persen pajak, dan sisanya penerimaan lain termasuk cukai. Sementara itu, dalam APBN 2014, pajak menyumbang 66,6 persen dan sisanya dari penerimaan lainnya.

“Jadi, kalau misal pemerintah ingin DJP optimal sehingga punya bantalan fiskal yang cukup untuk mengembangkan negara ini, membangun infrastruktur, membangun pendidikan, barangkali kewenangan DJP perlu dipertimbangkan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.