Kompas.com - 20/05/2014, 09:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Potensi pelemahan kembali membayangi nilai tukar rupiah, Selasa (20/5/2014). Kesempatan masih masuknya dana investor asing ke pasar modal diharapkan menahan laju pelemahan mata uang garuda.

Dari eksternal, mata uang euro menguat tipis setelah sempat menyentuh titik terendahnya semenjak Februari tahun ini. Ekspektasi Bank Sentral Uni Eropa (ECB) akan melakukan stimulus di Juni masih sangat terasa. Yield US Treasury sendiri di sisi lain naik tipis, masih bertahan di kisaran 2,5 persen.

Riset Samuel Sekuritas Indonesia melihat pelemahan dollar AS di pasar Asia kemungkinan bisa tertahan hari ini.   Hingga kemarin sore penguatan mata uang di Asia terhadap dollar AS masih terjadi dipimpin oleh ringgit dan rupee.

Rupiah yang menguat di pembukaan kemarin akhirnya melemah setelah partai Golkar memutuskan mendukung calon presiden Prabowo.  Pelemahan rupiah mungkin berlanjut hari ini dengan kejutan politik perlu diwaspadai hari ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.