Kompas.com - 21/05/2014, 10:03 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla menjanjikan pembangunan infrastruktur seperti jalan baru sepanjang 2.000 kilometer, sebagai upaya untuk mewujudkan salah satu dari Sembilan Agenda Prioritas yang merupakan bagian visi misi bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden yang diusung PDI-Perjuangan dan 3 parpol lainnya itu.

"Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya," demikian butir enam dari Sembilan Agenda Prioritas salah satu bagian Visi Misi Jokowi-JK yang dirilis dari situs resmi KPU.

Untuk itu, sebutnya,  mereka akan membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2.000 kilometer dan memperbaki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantam, Sulawesi, dan Papua. Kemudian membangun 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama, membangun 10 bandara baru dan merenovasi yang lama, membangun 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruhnya.

"Kami akan membangun pasar tradisional sebanyak 5.000 pasar tradisional di seluruh indonesia dan memoderenisasikan pasar tradisional yang telah ada," tambahnya.

"Kami akan menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perizinan bisnis menjadi maksimal 15 hari, meluncurkan insentif kebijakan fiskal dan non fiskal untuk mendorong investasi sektor hulu dan menengah," tulis mereka.

Jokowi-JK juga akan mendorong BUMN menjadi agen pembangunan, mendirikan secara khusus bank pembangunan dan infrastruktur.

Mereka pun berkomitmen untuk meningkatkan instansi urusan hak cipta dan paten bekerja proaktif melayani para inovator dan para inventor.

"Kami akan membangun sejumlah science dan techno park di daerah-daerah, politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini," sebutnya.

Pasangan ini juga akan meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan potensi yang belum tergarap dengan baik tetapi memberi peluang besar untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, yakni industri manufaktur, industri pangan, sektor maritim, dan pariwisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biar Tak Cuma “Numpang” Lewat, Sisihkan Gaji untuk 3 Aktivitas Berikut

Biar Tak Cuma “Numpang” Lewat, Sisihkan Gaji untuk 3 Aktivitas Berikut

BrandzView
Home Credit Raih Pembiayaan Barang Rp 710 Miliar Selama Ramadhan

Home Credit Raih Pembiayaan Barang Rp 710 Miliar Selama Ramadhan

Whats New
Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Jadi Wakil Komisaris Utama

Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Jadi Wakil Komisaris Utama

Whats New
Pekerja Migran Indonesia Makin Mudah Ambil dan Kirim Uang dari Luar Negeri

Pekerja Migran Indonesia Makin Mudah Ambil dan Kirim Uang dari Luar Negeri

Rilis
Cara Daftar MyPertamina Tanpa Aplikasi dan 'Smartphone'

Cara Daftar MyPertamina Tanpa Aplikasi dan "Smartphone"

Whats New
Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Whats New
Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Whats New
IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap 'Spin Off' di 2023

Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap "Spin Off" di 2023

Whats New
Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Whats New
Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Rilis
Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Earn Smart
Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Whats New
Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.