Mendag Cemaskan Krisis Thailand Akan Rusak Tata Niaga Komoditas

Kompas.com - 21/05/2014, 13:22 WIB
Ilustrasi beras di gudang Bulog KOMPAS / HENDRA A SETYAWANIlustrasi beras di gudang Bulog
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku tengah mencermati kondisi politik di Thailand dan pengaruhnya kepada kegiatan perdagangan kedua negara.

Lutfi khawatir, dengan pemberlakuan darurat politik di Thailand, hal itu akan mengganggu tata niaga kedua komoditas tersebut dan komoditas lainnya. "Saya memperhatikan hal itu secara saksama. Thailand memiliki beberapa produk yang ada tata niaganya, seperti tata niaga beras dan tata niaga gula," kata Lutfi di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Lutfi mengaku dirinya takut barang-barang dari Thailand akan masuk secara ilegal akibat kondisi politik yang mengakibatkan rusaknya tata niaga.

"Kami sangat takut kalau barangnya ke mana-mana, sedangkan kita saat ini sedang menghadapi musim panen untuk beras dan musim giling untuk gula. Jadi, kita harus jaga sama-sama supaya tidak ada rembesan yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kehancuran petani nasional," ujar Lutfi.

Namun, Lutfi menyatakan hingga saat ini hubungan dagang antara kedua negara masih berjalan dengan baik. Sebenarnya, kondisi di Thailand dipandangnya juga masih cenderung baik.

"Yang saya takutkan tata niaganya. Jadi, beras itu kan dibiayai oleh Bank Thailand. Dalam tata niaganya dibeli oleh negara. Kemudian, ekspor dan konsumsi dalam negeri ada tata niaganya. Ini ada permasalahannya, tata niaganya," ujar dia.

Angkatan Bersenjata Thailand menegaskan bahwa pemberlakuan darurat militer di negara itu dimulai Selasa pekan ini (20/5/2014). Namun, hal itu tidak berarti militer merebut kekuasaan. Sejak pengumuman darurat, militer langsung menguasai kantor resmi perdana menteri.

Selain komoditas beras, Lutfi mengaku terdapat beberapa komoditas yang menjadi primadona kegiatan perdagangan Indonesia dan Thailand. "Sekarang yang menjadi primadona adalah ikan, produk ikan, udang, dan otomotif," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Spend Smart
Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Belanja Hemat Kebutuhan Keluarga, Simak Promo Akhir Pekan Indomaret

Belanja Hemat Kebutuhan Keluarga, Simak Promo Akhir Pekan Indomaret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.