Kompas.com - 21/05/2014, 15:58 WIB
Tikungan busur di Padalarang, Jawa Barat, dilihat dari gerbong kereta Serayu jurusan Jakarta Kota-Purwokerto, Senin (28/4/2014). KOMPAS/YUNIADHI AGUNGTikungan busur di Padalarang, Jawa Barat, dilihat dari gerbong kereta Serayu jurusan Jakarta Kota-Purwokerto, Senin (28/4/2014).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia enggan mengonversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan gas untuk kereta api terlalu berisiko, apalagi untuk perlintasan padat penduduk.

Jonan mengatakan hal itu dalam menanggapi wacana yang dilontarkan Kementerian ESDM untuk mengonversi penggunaan bahan bakar minyak yang selama ini digunakan kereta api. Jonan mengaku belum pernah diajak secara formal untuk membicarakan wacana tersebut.

"Untuk lintasan yang banyak penduduk, saya cenderung tidak mau, kecuali untuk lintasan yang jarang penduduknya," ujar Jonan kepada wartawan di stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Jonan khawatir terjadi insiden yang tak diinginkan bila menggunakan gas. Ia pun khawatir akan timbul masalah serius bila insiden tersebut terjadi di perlintasan yang di sekitarnya banyak permukiman penduduk.

Menurut Jonan, di negara-negara Eropa, kereta api yang menggunakan gas pun hanya untuk wilayah yang tidak banyak permukiman. "Menurut saya, lebih waras kalau subsidi BBM itu yang dikurangi," ujarnya. (Petrus Dabu)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.