Pemerintah Percepat Perizinan Pengeboran Gas Chevron di Selat Makasar

Kompas.com - 31/05/2014, 11:58 WIB
Chairul Tanjung KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Chairul Tanjung
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah Indonesia akan mempercepat segala proses terkait perizinan pengeboran kilang gas di selat Makasar yang akan dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Chevron. Hal itu dilakukan agar proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dengan investasi senilai USD 12 miliar ini tetap berjalan dan tidak dialihkan ke negara lain.

“Kita menganggap proyek ini adalah proyek prioritas. Terkait dengan itu, maka Kementerian ESDM, SKK Migas, Kementerian Keuangan, ada BPKP disisi lain, diminta untuk melakukan percepatan semua proses yang dimungkinkan agar proyek investasi ini tetap berjalan secepat mungkin, karena makin cepat makin menguntungkan pemerintah Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung (CT) saat memberikan keterangan resmi setelah rapat antara Pemerintah bersama Chevron di Jakarta, Jumat malam (30/5/2014).

CT menjelaskan, kebutuhan gas Indonesia saat ini sangat besar setelah semakin berkembangnya perekonomian nasional. Di sisi lain, CT juga memandang proses industrialisasi yang semakin berkembang membuat kebutuhan gas semakin besar. Oleh karena itu, percepatan pengeboran gas yang akan dilakukan Chevron dapat membantu pemenuhan kebutuhan gas nasional.

“Pemerintah juga akan mendapatkan gas dari hasil pengeboran itu. Kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi kita yang luar biasa dengan industrialisasi yang bergerak kemena-mana, maka kebutuhan gas kita sebagai sumber energi menjadi sangat penting. Apalagi di tengah berkurangnya minyak kita. Jadi gas menjadi alternatif sangat diperlukan,” katanya.

Pemerintah serius mempercepat proyek gas terbaru perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Pemerintah membentuk semacam tim kecil yang terdiri dari Kepala BKPM dan Wakil Menteri ESDM untuk berkomunikasi dan meyakinkan Chevron bahwa proses perijinan pengeboran gas akan cepat diselesaikan.

“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu kedepan kita sudah bisa menyelesaikan permasalahan proyek kita dari sisi pemerintah,” ucap CT.

Sebelumnya, CT mengatakan bahwa Chevron berencana akan mengalihkan dana investasi USD 12 miliar ke negara lain. Hal ini terkait dengan “mandeknya” proses mengenai perizinan pengeboran di Selat Makasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.