Kompas.com - 04/06/2014, 10:37 WIB
Ilustrasi PLTA KOMPAS/AGUS SUSANTOIlustrasi PLTA
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Kementrian Kehutanan akan membatasi penggunaan air untuk pembangkit listrik tenaga air memakai teknologi mini hidro. 

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Sonny Partono menyatakan, hal tersebut untuk membagi penggunaan air dengan masyarakat yang dekat sumber mata air, menggunakan sistem payment evironmental services (PES).

"Kita batasi, tergantung massa air," ujar Sonny, Selasa (3/6/2014).

Sonny menjelaskan, PLTA menggunakan teknologi mini hidro bisa memproduksi 300 kilovolt jika digunakan secara maksimal. Namun hal tersebut bisa menguras habis massa air yang ada di sebuah daerah.

"Pembangkit listrik sampai 300 kv perlu air besar sekali nanti tersedot disitu, masyarakat pakai yang mana," ungkap Sonny.

Dengan PES, pemerintah akan memakai skema baru. Sedangkan aturan lama akan disosialisasikan melalui aturan pemda. Sehingga urutan pemakaian air 20 persen hanya untuk komersial.

"Tapi harus disamakan persepsi. Modelnya diberlakukan kita pakai pembaca air," papar Sonny. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.