Timses Prabowo-Hatta: 70 persen APBN Disalurkan ke Daerah

Kompas.com - 04/06/2014, 18:49 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Sukses pemenangan pasangan Prabowo-Hatta menyatakan pembangunan desa tidak akan maksimal dilakukan jika anggaran untuk pembangunan tersebut kecil.

Menurut Direktur Kebijakan dan Program Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Harry Azhar Aziz, 70 persen APBN harus disalurkan ke daerah untuk pembangunan desa. "Kalau Arif Budimanta (Timses Jokowi-JK) bilang 50 persen ke daerah, saya bilang 70 persen APBN harus disalurkan ke daerah," ujar Harry Azhar Aziz di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Harry menjelaskan, sudah sepantasnya pemerintah daerah diberikan keleluasaan untuk membangun desa-desa dengan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat. Menurutnya, persentase 70 persen APBN untuk daerah dan 30 persen untuk pusat merupakan hal yang wajar, karena kewenangan daerah menurut Harry lebih banyak ketimbang pemerintah pusat.

Sementara untuk program 1 miliar 1 desa, Harry mengatakan program tersebut sudah ada dalam Undang-undang desa. Jadi menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat untuk mensejahterakan masyarakat desa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.