Serikat Pekerja: Tak Ada Capres yang Bawa Agenda Jaminan Pensiun Buruh

Kompas.com - 08/06/2014, 08:58 WIB
Capres dan cawapres Prabowo Subianto - Hatta Rajasa serta capres dan cawapres Joko Widodo - Jusuf Kalla, saat mengikuti Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut serta Capres dan Cawapres Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, 1 Juni 2014. AFP PHOTO / ROMEO GACADCapres dan cawapres Prabowo Subianto - Hatta Rajasa serta capres dan cawapres Joko Widodo - Jusuf Kalla, saat mengikuti Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut serta Capres dan Cawapres Pemilu 2014 di Kantor KPU, Jakarta, 1 Juni 2014.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat Serikat Perkerja Nasional (SPN) menyatakan, kedua pasangan capres-cawapres satu ini tidak ada yang membawa agenda jaminan sosial buruh terutama jaminan pensiun. Hal tersebut sangat disayangkan SPN karena jaminan sosial buruh merupakan hal yang penting.

"Ya saat ini tidak ada Capres yang menjelaskan tentang jaminan sosial terutama jaminan pensiun buruh. Mereka hanya masalah perbaikan BPJS saja," ujar Ketua Bidang Advokasi DPP Serikat Pekerja Nasional, Djoko Heriyono di Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Djoko menjelaskan, komitmen presiden terpilih nanti terhadap jaminan sosial buruh merupakan hal yang penting bagi buruh. Dengan kondisi carut marutnya BPJS, maka jaminan sosial buruh menjadi terjamin sepenuhnya.

Atas tidak adanya agenda jaminan sosial yang dibawa oleh Capres, Djoko mengingatkan agar masyarakat terutama buruh memilih Capres yang mau mengubah perundangan-undangan jaminan sosial saat ini. Apabila tidak ada, Djoko mengatakan lebih baik jangan memilih keduanya.

"Jadi pilih yang mau mengatasi masalah ini, kalo gak ada ya gak usah dipilih," katanya.

Mengenai BPJS, Djoko juga menilai penyelenggaraannya saat ini masih carut marut dan malah membebani buruh.

"BPJS itu wajib, tapi bayar iuran, kalo gak bayar gak bayar maka gak dapat pelayanan. Kalo bayarnya telat langsung didenda. Sudah didenda masih wajib membayar iuran. Tapi, pelayanannya gak dapat. Ini yang tidak adil," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.