Kompas.com - 18/06/2014, 11:03 WIB
Calon presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Senin (16/6/2014). Joko Widodo disambut ratusan pedagang pendukungnya. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOCalon presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Induk Cibitung, Bekasi, Senin (16/6/2014). Joko Widodo disambut ratusan pedagang pendukungnya.
|
EditorErlangga Djumena


CIREBON, KOMPAS.com
- Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku berkomitmen membangun sistem jalur laut dan kereta sebagai andalan distribusi logistik di Pulau Jawa. Jokowi mencontohkan, jalur pantai utara Jawa misalnya. Jalur tersebut lebih cocok untuk transportasi kendaraan saja. Menjadikan jalur itu sebagai distribusi logistik sangat memakan biaya pemeliharaan.

"Puluhan tahun sudah diperbaiki, sudah dicor, tapi masih begitu," ujar Jokowi sebelum mulai kampanyenya di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (18/6/2014) pagi.

"Yang penting itu distribusi logistik termurah memang laut dan kereta. Memang konsentrasi harusnya ke arah sana," sambung Jokowi.

Di laut, sistem distribusi yang ditawarkan adalah tol laut. Setiap pulau di Indonesia akan dibangun pelabuhan laut dalam. Kapal-kapal berkapasitas besar akan mondar-mandir di seluruh Indonesia untuk distribusi logistik.  (baca: Dari Mana Sumber Dana Jokowi Bangun Tol Laut?)

Sementara jalur kereta akan dibangun double track. Jokowi menyayangkan kereta dua jalur bertumpuk itu tidak segera direalisasikan oleh pemerintah. "Kalau pakai APBN harusnya cukup. Kalau ndak, ya pakai investasi dong harusnya. Ini kan masalah lapangan, percaya deh," ujarnya.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.