Kondisi Politik Domestik Ikut Pengaruhi Rupiah

Kompas.com - 20/06/2014, 19:23 WIB
ilustrasi SHUTTERSTOCKilustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelemahan rupiah yang terjadi hingga nyaris menembus Rp 12.000 per dollar AS ternyata tidak hanya terjadi karena faktor eksternal. Faktor kondisi politik Indonesia menjelang pemilihan presiden pun ikut mempengaruhi gerak nilai tukar rupiah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, persaingan yang cukup ketat di antara kedua calon presiden (capres) memberikan dampak cukup signifikan terhadap kondisi rupiah.

"Kondisi politik di mana terjadi persaingan cukup tajam antara calon juga membuat pengaruh ke nilai tukar. Secara umum kita perlu memberi pesan walau di politik terjadi persaingan tajam, tapi Indonesia dalam keadaan baik," kata Agus di kantornya, Jumat (20/6/2014).

Kondisi Indonesia yang berada dalam keadaan baik menurut Agus ditunjukkan salah satunya dengan diselesaikannya Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 dengan baik.

"Sehingga risiko defisit anggaran 4,6 persen (dari produk domestik bruto) tidak terjadi, malah bisa jadi 2,4 persen. Itu contoh kita bisa tangani stabilitas ekonomi dengan baik," jelas Agus.

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri mengatakan menilai, pelemahan rupiah terjadi sejak persaingan pasangan calon presiden (capres) semakin ketat. "Melemah sejak pilpres semakin ketat. Dua calon semakin ketat jaraknya. Itu kemudian pasar merespon karena buat pasar yang penting pasti. Kalau ketat kan belum tahu," kata Chatib.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.