Tantangan Ekonomi Makin Berat, Presiden Terpilih Harus Konsisten

Kompas.com - 24/06/2014, 11:48 WIB
Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman sebelum memulai debat di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). TRIBUNNEWS/DANY PERMANACalon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman sebelum memulai debat di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah menjalani 3 kali debat untuk memaparkan visi dan misinya.

Di bidang ekonomi, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga telah menggelar dialog dengan kedua pasang capres. Meskipun demikian, bila terpilih menjadi presiden dan wakil presiden dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang, tugas mereka tak mudah.  Tidak sedikit tantangan ekonomi yang harus mereka hadapi.

"Kita perlu cermati konsistensi jawaban setiap capres. Karena persoalan ekonomi Indonesia semakin berat," kata Ekonom Ryan Kiryanto ketika dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menyoroti dialog capres dengan dunia usaha yang tergabung dalam Kadin Jumat (20/6/2014) lalu, Ryan menilai pernyataan-pernyataan yang dilontarkan baik pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, sama-sama realistis dan normatif.

Gagasan-gagasan keduanya juga dapat dieksplorasi di level kementerian teknis bila terpilih menjadi presiden dan wakil presiden nanti.

Ryan menilai kecenderungan dari pasangan Jokowi-JK lebih teknis operasional. Selain itu, gagasan-gagasan pasangan ini juga dapat dieksekusi langsung oleh kementerian teknis terkait.

"Tampaknya pasangan capres-cawapres nomor 2 ini memiliki identifikasi persoalan ekonomi yang lebih riil karena dikatakan berdasarkan temuan lapangan," ujar Ryan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasangan Prabowo-Hatta dalam paparannya antara lain menyerukan komitmen membantu usaha kecil, membenahi permasalahan bahan bakar minyak (BBM), mengembangkan industri mobil nasional, dan "mengundang" investasi ke Indonesia.

Selain itu, pasangan nomor urut 1 ini juga menyatakan komitmennya akan pemerataan pembangunan ekonomi. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK dalam paparannya antara lain menyatakan akan membangun smelter, sistem irigasi pertanian dan bendungan, memberantas mafia minyak, sentra perikanan, dan sebagainya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.