Butuh Rp 5.400 T untuk Infrastruktur, Presiden Terpilih Harus Pikirkan Sumber Anggarannya

Kompas.com - 26/06/2014, 05:59 WIB
Ilustrasi www.shutterstock.comIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Daftar program infrastruktur berderet dalam paparan rencana kerja para calon presiden dan wakil presiden, di samping program yang sudah terjadwal atau dibutuhkan. Siapa pun presiden yang terpilih dalam Pemilu Presiden 2014, pertanyaan terbesar yang harus dijawab adalah dari mana sumber anggaran program infrastruktur itu.

"(Nilai) kebutuhan infrastuktur 2015-2016 adalah Rp 5.400 triliun, sementara kemampuan pemerintah kalau kita lihat maksimum hanya Rp 1.200 triliun," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedi Priatna, ditemui usai memberikan sambutan dalam peluncuran Indonesian Gas Society (IGS), di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Artinya, lanjut Dedi, kemampuan pemerintah untuk mencukupi anggaran infrastruktur hanya 22 persen dari total kebutuhan. Sumber pendapatan pemerintah untuk kebutuhan dana itu, sebut dia, adalah pembayaran pajak, pembayaran deviden, dan pembayaran-pembayaran lain.

"Lalu yang 78 persen bagaimana dong? Ya kan? Padahal infrastruktur itu syarat untuk majunya suatu negara," ujar Dedi. Apalagi, imbuh dia, Indonesia menargetkan diri menjadi negara berpenghasilan di atas kelas menengah alias middle upper income pada 2025, sesuai rencana pembangunan jangka panjang (RPJP).

Untuk mengejar target itu, kata Dedi, infrastruktur pun harus selayaknya level negara pada kelompok kesejahteraan tersebut. "Patokan kita ke mana? Kita bisa mencontoh Thailand atau seperti lain negara kelas menengah atas," ujarnya.

Dengan target tersebut, Dedi mengatakan pada 2019 infrastruktur dasar seperti listik, air minum, sanitasi, dan perumahan rakyat sudah harus terpenuhi 100 persen. "Tapi akankah terpenuhi 100 persen, karena tantangan dana yang begitu berat? Kita hanya mampu (biayai) 22 persen. Itu nanti tergantung Presiden yang terpilih," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.