Perlancar Arus Barang, Pemda Diminta Atasi Pasar Tumpah

Kompas.com - 26/06/2014, 10:01 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran pasar tumpah di sepanjang jalur utama mudik menjadi perhatian pemerintah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ini karena kehadiran pasar tumpah dapat menyebabkan kemacetan karena distribusi barang terganggu sehingga harga melonjak dan inflasi tak terhindar.

Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Widodo Sigit Pudjianto mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

"Menjelang lebaran untuk melakukan perbaikan infrastruktur dan mengatasi pasar tumpah. Kita sudah koordinasi untuk Pantura. Kita siapkan antisipasi supaya pasar tumpah tidak mengganggu saudara-saudara kita yang mudik," kata Sigit di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Selain mengatasi pasar tumpah dan memperbaiki infrastruktur penunjang arus mudik, kepala daerah juga diminta melakukan serangkaian upaya mengantisipasi inflasi. Menurut Sigit, Mendagri meminta kepala daerah melakukan pantauan harga, khususnya kebutuhan pokok.

"Selain itu, memastikan ketersediaan bahan pangan pokok, memperlancar infrastruktur distribusi, pasar murah, dan memantau hal-hal lain yang bisa memicu meningkatnya inflasi," jelas dia.

Tak hanya itu, Mendagri juga telah memberikan pembekalan kepada para kepala daerah terkait inflasi. Selain itu, Mendagri juga menekankan pentingnya memperbaiki infrastruktur jalan. Sebab, jalan sangat penting tak hanya bagi pemudik, tapi juga bagi distribusi bahan kebutuhan pokok.

"Kepala daerah sudah dibekali oleh Mendagri terkait inflasi. Kalau jalan rusak dan lama tidak dibetulkan, waktu tempuh menjadi lama dan bisa memicu inflasi," ujar Sigit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.