Sebagian Besar Bungkus Rokok Belum Dipasangi Gambar Seram

Kompas.com - 26/06/2014, 12:57 WIB
Bungkus rokok yang sudah disertai gambar seram (pictorial health warning/PHW) Bungkus rokok yang sudah disertai gambar seram (pictorial health warning/PHW)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) melaporkan, sebagian besar kemasan produk rokok belum disertai gambar seram atau gambar peringatan kesehatan (pictural health warning/PHW).

Laporan ini berdasarkan temuan BPOM pada tanggal 24 dan 25 Juni 2014. Kepala BPOM Roy A Sparinga mengatakan, hingga 24 Juni 2014 pukul 18.00 WIB, dari total 672 perusahaan rokok dan 3.363 merek, terdapat 72 perusahaan yang telah mengirimkan 448 merek contoh kemasan dengan PHW. Adapun 108 perusahaan dengan 666 merek telah melaporkan pengujian kadar nikotin dan tar.

"Ada 72 perusahaan yang telah melaporkan pencantuman peringatan dan informasi kesehatan disertai contoh kemasan. Jumlah merek ada 448 sudah dilaporkan," kata Roy dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (26/6/2014).

Adapun berdasarkan pengawasan atas 2.270 item produk tembakau pada 24 dan 25 Juni 2014 lalu, terdapat 305 item yang telah menggunakan PHW atau sebanyak 13,44 persen. Adapun yang belum menggunakan PHW sebanyak 1.965 item atau 86,56 persen.

Roy mengungkapkan, BPOM telah melayangkan surat peringatan kepada perusahaan yang belum mencantumkan PHW pada kemasan rokok. "Kami sudah mengeluarkan sanksi tertulis terhadap (perusahaan) yang belum. Kami sudah kirimkan 'surat cinta' itu. Efektif pemberlakuan PHW itu kan tanggal 24 Juni 2014," ujar Roy.

BPOM telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan. "Kami telah instruksikan jajaran balai besar BPOM, ada 31 di seluruh Indonesia untuk melakukan pengawasan pada sarana produksi, sarana importir, distribusi, dan retailer besar," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.