Kompas.com - 01/07/2014, 09:03 WIB
Ilustrasi: Antrean pembelian tiket kereta api untuk mudik Lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta beberapa waktu lalu KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi: Antrean pembelian tiket kereta api untuk mudik Lebaran di Stasiun Gambir, Jakarta beberapa waktu lalu
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Direktur Utama PT KAI (Persero) Ignatius Jonan mengatakan, jadi tidaknya kenaikan tarif kereta ekonomi jarak menengah dan jarak jauh di Jawa dan Sumatra, bergantung pada pemerintah.

“Final enggak final itu tanya Menteri Perhubungan (EE.Mangindaan). Dia ngasih PSO (public service obligation) enggak,” katanya ditemui usai CEO Speaks on Leadership Class di Binus University, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Jonan membenarkan, perseroan telah mengusulkan adanya PSO alias subsidi. Namun, dia memastikan, usulan hanya akan menjadi usulan jika tidak ada restu dari pemerintah.

Sebagai informasi, pemerintah tidak memenuhi permintaan dana PSO yang diajukan KAI, sebesar Rp 1,2 triliun. Pemerintah hanya mengucurkan dana Rp 871 miliar untuk memenuhi kebutuhan PSO dan Rp 352 miliar untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Dia pun membenarkan ketika ditanya beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah akan dialihkan ke konsumen, dengan kata lain tarif naik.  “Kalau enggak ada (PSO), ya sudah kita jual biasa (harga normal),” ujar Jonan.

Namun Jonan mengaku tidak tahu berapa persen kenaikan tarif untuk kereta ekonomi jarak jauh dan jarak menengah. “Ya enggak tahu. Dulu PSO nya berapa ya ditambahkan saja,” katanya.
baca juga: Mulai September 2014, Tarif KA Ekonomi Naik Lebih dari Dua Kali LipatDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.