Kompas.com - 04/07/2014, 11:44 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun politik rupanya berpengaruh bagi penjualan alat berat. Setidaknya ini yang dialami distributor alat berat, PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors). Di sepanjang semester satu tahun ini, realisasi penjualan alat berat Gaya Makmur melorot dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.

Fahrudin, Marketing Communication Manager GM Tractors kepada KONTAN Rabu (30/7/2014) menjelaskan, realisasi penjualan alat beratnya di semester satu tahun ini hanya sekitar 150 unit, atau 75 persen dari realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 200 unit. Ini berarti, semester I 2014, penjualan alat berat GM Tractors susut 25 persen jika dibandingkan dengan semester I-2013.

Menyusutnya penjualan ini salah satunya lantaran investor masih menunggu hasil pemilihan umum. Meskipun di sisi lain harga komoditas tambang seperti batubara tengah lesu, sehingga perusahaan penggali batubara juga mengurangi ekspansi bisnis mereka pada semester I lalu.

Namun, Presiden Direktur GM Tractors, Tjandi Mulyono berharap ini tidak terus berlarut. Ia memprediksi penjualan bisa merambat naik lagi pasca adanya kepastian pemimpin baru hasil pemilihan presiden 9 Juli mendatang. "Adanya pemilu secara tidak langsung ikut mempengaruhi sikap pelaku bisnis yang cenderung wait and see," ungkap.

Faktor lain yang mempengaruhi lesunya bisnis alat berat adalah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Walhasil, perusahaan yang ingin membeli alat berat menunggu waktu agar nilai tukar stabil. Maklum pengusaha tentu tak mau ketiban rugi selisih kurs, karena semakin nilai tukar rupiah melemah, maka harga alat berat makin menanjak mahal.

Asal tahu saja, GM Tractors menargetkan penjualan alat berat sebanyak 1.000 unit tahun ini. Jika penjualan di semester satu tahun ini belum memuaskan, GM Tractors berharap penjualan di semester kedua bisa naik tinggi. "Pertumbuhan ekonomi masih ada, dan ini yang berimbas pada penjualan kami nantinya," harap Fahrudin.

Alat berat yang dijual GM Tractors antara lain merek Wirtgen, Vogele dan Hamm. GM Tractors juga menjadi distributor alat berat dari China, seperti merek Shantui, dan XCMG. Dari sisi segmen, perusahaan yang berdiri tahun 2005 ini menjual alat untuk konstruksi, perkebunan, kehutanan, pertambangan. (Francisca Bertha Vistika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Luhut: Indonesia Sekarang Sangat Diminati Para Investor dari Berbagai Negara

Whats New
Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Hari Ini Terakhir Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Daftarnya

Whats New
Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Geger Lelang Kepulauan Widi, Pemerintah Satu Suara: Tidak Dijual!

Whats New
[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

[POPULER MONEY] Ada KKN dalam Rekrutmen Tenaga Honorer | KKP Tegaskan Kepulauan Widi Tidak Dijual

Whats New
Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Kenali Kripto sebelum Memutuskan untuk Berinvestasi

Earn Smart
Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Cara Mudah Transfer ShopeePay ke DANA dan Rekening Bank

Spend Smart
Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Tumbuh 11,95 Persen, Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp 333,51 Triliun di Oktober 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Work Smart
Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Whats New
Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.