Kompas.com - 07/07/2014, 14:18 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Chairul Tanjung memastikan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) akan merugi jika tidak mencabut gugatannya ke arbitrase. Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah hukum tegas.

“Pemerintah akan mengambil sikap tegas. Persiapan sudah dilakukan oleh Pemerintah termasuk koordinasi antara kementerian terkait langkah hukum. Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah tegas dan hukum yang tinggi yang bisa merugikan Newmont,” ungkap Chairul dalam konferensi pers usai rapat koordinasi Minera, di Kantor Kemenko Bidang Perkonomian, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Chairul menuturkan, Pemerintah Indonesia menyesalkan langkah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) melakukan pendaftaran gugatan arbitrase. Hal tersebut dikarenakan selama ini perundingan masih berjalan.

Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia membuka kesempatan kepada Newmont untuk kembali melakukan perundingan terkait Undang-Undang No. 4 tahun 2009, tentang Mineral Pertambangan dan Batubara (Minerba), dan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Belaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah Indonesia, kata Chairul, juga memberikan waktu kepada Newmont untuk mencabut gugatan. “Karena pada dasarnya Pemerintah Indonesia melindungi investor. Tapi jika demikian, seperti Newmont, Pemerintah Indonesia akan mengambil tindakan yang akan merugikan PT Newmont sendiri. Kementerian ESDM dan BKPMP akan meminta sekali lagi kepada PT Newmont kembali ke meja perundingan,” katanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dalam kesempatan sama, enggan membeberkan kerugian apa yang akan ditanggung Newmont jika menolak mencabut gugatan dan menolak kembali ke meja perundingan. Demikian juga Menteri Perindustrian MS Hidayat, yang merahasiakan kerugian Newmont.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.