PLN Operasikan Pembangkit Listrik Bertenaga Tongkol Jagung Pertama

Kompas.com - 22/07/2014, 08:48 WIB
Ilustrasi produksi jagung
KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTIIlustrasi produksi jagung
EditorErlangga Djumena

GORONTALO, KOMPAS.com -  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) pertama di Indonesia. Pembangkit listrik ini memanfaatkan tongkol jagung sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

Menteri BUMN Dahlan Iskan meresmikan operasional PLTB itu disaksikan Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga, dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta GM PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono pada Senin (21/7/2014). PLTB itu memiliki kapasitas 500 kilo watt (kW) yang berlokasi di kecamatan Pulubala, Gorontalo.

Menurut Santoso Januwarsono, ide awal pembangunan PLTB ini karena ditantang oleh Vickner Sinaga pada 2 tahun lalu untuk bisa menghasilkan listrik dengan melihat potensi lokal Gorontalo. "PLTB Pulubala ini menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal. Apalagi Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia," ujarnya.

Dahlan Iskan berharap PLTB Pulubala menjadi awal hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia. "PLTB Pulubala ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat kita. Nanti akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit listrik biomassa dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan hingga diatas 1 MW. Bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak terbatas tongkol jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu dan sebagainya" ujarnya.

Saat ini pertumbuhan ekonomi di Gorontalo mencapai 7,76 persen, sehingga kebutuhan listriknya naik 11,36 persen per tahun. Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp 2.900/kWh sedangkan jika menggunakan PLTB Tongkol Jagung ini, bisa ditekan menjadi Rp 1.058/kWh.

Beban listrik di Gorontalo saat ini mencapai 78 MW untuk melayani 187.000 pelanggan, diantaranya 70.000 pelanggan di seluruh propinsi Gorontalo telah menggunakan layanan listrik prabayar. Saat ini listrik di Gorontalo telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kV Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo). (Agustinus Beo Da Costa)
baca juga: Ini Perubahan Tarif PLN Mulai 1 Juli 2014

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.