Bila Tak Jadi Menhub, Posisi Apa yang Cocok untuk Jonan?

Kompas.com - 04/08/2014, 21:41 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dirut PT KAI Ignatius Jonan, Gubernur Jakarta Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin saat dialog publik di Kemenkumham, Jakarta, Senin (23/12/2013). Fabian Januarius KuwadoWali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dirut PT KAI Ignatius Jonan, Gubernur Jakarta Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin saat dialog publik di Kemenkumham, Jakarta, Senin (23/12/2013).
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Foto Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan yang tertidur di kursi penumpang KA Ekonomi banyak mendapatkan respon. Menteri BUMN Dahlan Iskan pun mendoakannya menjadi Menteri Perhubungan (Menhub) pada kabinet Jokowi-JK.

Peneliti Kebijakan Publik Perkumpulan Prakarsa Ach Maftuchan menyatakan tanggapan atas foto Jonan yang tertidur tersebut belum menjamin Jonan menjadi Menhub. Namun demikian, Maftuchan mengakui Jonan memang memiliki kompetensi.

"Dia punya predikat yang bagus. Prinsipnya dia punya kompetensi di perhubungan darat, khususnya perkeretaapian," kata Maftuch kepada Kompas.com, Senin (4/8/2014).

Meski memiliki kompetensi dan prestasi dalam perbaikan serta layanan perkeretaapian, namun Maftuchan memandang kemampuan Jonan dalam sektor perhubungan udara dan perhubungan laut masih harus diuji. Sebab, tak hanya perhubungan darat yang penting, namun dua sektor tersebut tak kalah pentingnya.

"Kalau misalnya Pak Jonan tidak menjadi Menteri Perhubungan, ia lebih bagus tetap menjadi Dirut PT KAI atau Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat," ujar Maftuchan.

Namun demikian, Maftuchan mengungkapkan pada dasarnya yang paling berhak menentukan sosok yang pantas posisi menteri adalah presiden dan wakil presiden, yakni Jokowi-JK. Akan tetapi, bila masyarakat mengajukan nama-nama yang dinilai cocok mengisi pos tersebut, hal itu sah-sah saja.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.