Kompas.com - 12/08/2014, 07:38 WIB
Salah satu pesawat Boeing 737-800 yang digunakan Garuda Indonesia. ShutterstockSalah satu pesawat Boeing 737-800 yang digunakan Garuda Indonesia.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN sedang menjaring calon pengganti Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar yang masa tugasnya akan habis pada Oktober 2014.

"Saat ini setidaknya ada empat nama calon yang bersaing dan dinilai layak untuk menjadi Dirut Garuda," kata seorang sumber seperti dikutip Antara di Kementerian BUMN, di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Empat calon tersebut yaitu Zulkifli Zaini (Komisaris PT PLN yang juga mantan Direktur Utama Bank Mandiri), Kartika Wirdjoatmojo (Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Elisa Lumbantoruan (mantan Direktur Garuda Indonesia), dan Elia Massa Manik (Dirut PT Elnusa Tbk, anak usaha Pertamina).

Sebelumnya, satu nama yang juga beredar di kalangan wartawan adalah mantan Direktur Utama PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah.

"Untuk proses seleksi, para alon tersebut harus melalui serangkaian fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) oleh Kementerian BUMN," katanya.

Menurut catatan, pada Oktober 2014 Emirsyah Satar akan menghabiskan dua periode masa jabatannya.

Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini, menjabat Dirut Garuda sejak 2005, setelah pada 2003 juga pernah menjabat Direktur Keuangan Garuda.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan bahwa orang nomor satu di perusahaan penerbangan "plat merah" tersebut adalah yang memiliki integritas tinggi agar dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik lagi.

"Harus berintegritas, tidak korupsi, tidak nepotisme dan bebas dari intervensi siapa pun, termasuk intervensi dari keluarga. Mengerti keuangan karena di dalam Garuda banyak masalah keuangannya," tegas Dahlan.

Pada semester I 2014 Garuda membukukan rugi bersih 211,7 juta dollar AS, atau setara dengan Rp 2,3 triliun, membengkak dibandingkan rugi bersih periode sama 2013 sebesar 10,7 juta dollar AS.

Sementara rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat 200,38 juta dollar AS, melonjak dibandingkan dengan sebelumnya 11,39 juta dollar AS.

Salah satu penyebab memburuknya kinerja Garuda adalah rugi selisih kurs yang melonjak tajam menjadi 12,86 juta dollar AS dibandingkan dengan 1,41 juta dollar AS pada semester I 2013.

Sedangkan beban usaha Perseroan melonjak menjadi 14,75 persen atau menjadi 1,9 miliar dollar AS, dari sebelumnya 1,7 miliar dollar AS.
baca juga: Emirsyah Satar: Masa Saya Sudah HabisDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.