Pebisnis: Batalkan Aturan Wajib Jual 80 Persen Produk Lokal

Kompas.com - 20/08/2014, 10:35 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa keberatan dengan poin pasal 22 dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Di dalamnya, kata Handaka, jelas disebutkan bahwa pusat belanja dan toko modern harus menyediakan produk dalam negeri sebesar 80 persen dari jumlah dan jenis barang yang dijual.

Dia bilang, pengelola pusat belanja sangat tidak mungkin memenuhi ketentuan tersebut. Pasalnya, pengelola pusat belanja hanya menyewakan ruang (mall), atau menjual ruang (trade center), dan tidak memasok barang dagangan.

“Sudah pasti enggak bisa. Makanya aturan ini enggak bener, harus direvisi, dibatalkan, atau diubah, itu usulan kami. Kalau dikebiri pakai apapun itu enggak bisa, wong itu Permendag, aturannya teleg-teleg,” kata Handaka kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Handaka menjelaskan, sebenarnya, sebelum peraturan ini disahkan, pelaku usaha sudah memberikan masukan teknis usaha pusat perbelanjaan. Namun, dia kaget ketika setelah disahkan, aturan tersebut justru dirasa pelaku usaha tidak mungkin bisa dilaksanakan.

“Yang saya harap sih sederhana, bikin peraturan yang implementatif, yang bisa dilaksanakan,” kata dia.

Saat ini ada sekitar 250 pusat perbelanjaan di bawah APPBI, terdiri dari mall dan trade center. Menurut Handaka, kesulitan implementasi peraturan ini disebabkan segmentasi dari mall dan trade center yang ada.

Memang, hanya sekitar 5 persen pusat perbelanjaan yang mengembil segmen high end, yang notabene banyak barang-barang impor branded dijual di dalamnya. Namun, menurut Handaka, yang diperlukan pemerintah adalah membina produk dalam negeri, supaya bisa lebih kuat dan menggantikan barang-barang impor.

“Jadi, menurut saya please lah sebagai pembuat kebijaksanaan, buat sesuatu yang bisa dilaksanakan, jangan yang berbelit-belit. Maksud saya kita bisa bareng-bareng, bukan yang penting ‘Pokoknya semangatnya..’. Kita enggak hidup pakai ‘semangat’. Kita hidup pakai aturan,” kata Handaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BRI Britama X secara Online

Whats New
Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Erick Thohir Sebut Pertamina Belum Dapat Penugasan Naikkan Harga Pertalite

Whats New
Mudah, Begini Cara Tarik Tunai Saldo OVO di ATM BCA dan Bank Lainnya

Mudah, Begini Cara Tarik Tunai Saldo OVO di ATM BCA dan Bank Lainnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.