Dollar AS Perkasa, Rupiah Melemah di Atas Level 11.700

Kompas.com - 25/08/2014, 08:34 WIB
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. TRIBUNNEWS/HERUDIN Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Penguatan dollar AS di pasar global di akhir pekan lalu diproyeksikan masih cukup menekan pergerakan rupiah, Senin (25/8/2014). Investor juga mulai mengamati langkah yang akan diambil pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kombinasi antara pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Janet Yellen yang menyiratkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS serta konflik di Ukraina yang kembali memanas berhasil mempertahankan tren penguatan dollar index, pekan lalu.

Di sisi lain, yield US Treasury 10 tahun turun drastis hingga 2,4 persen hingga penutupan pada Sabtu (23/8/2014) dini hari. Malam ini ditunggu data indeks pembelian (PMI) AS.

Rupiah sendiri menguat hingga ke Rp 11.673 per dollar AS satu hari setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan pilpres. Tetapi di sisi lain IHSG justru terkoreksi dan hingga Jum’at (22/5/2014) sore, mayoritas mata uang Asia juga menguat cukup tajam.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan tajam dollar index berpeluang mendorong pelemahan rupiah yang sudah mulai terbatas ruang penguatannya.

"Di luar perkembangan ekonomi global dan domestik, ke depan investor akan mulai mengalihkan perhatiannya terhadap kebijakan pemerintahan baru Jokowi-JK," tulisnya.

Sementara itu, pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah mengalami pelemahan, hingga menembus level 11.700-an. Seperti dikutip dari data Bloomberg, pada sekitar pukul 08.20 WIB, mata uang garuda ini berada pada ke posisi Rp 11.701 per dollar AS atau turun 0,24 persen dibanding penutupan pekan lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.