Kompas.com - 03/09/2014, 08:30 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, para pengusaha berharap menteri-menteri ekonomi di Joko Widodo-Jusuf Kalla harus netral dan berasal dari kalangan profesional. Kalangan profesional kata Franky lebih unggul untuk mengisi jabatan menteri ekonomi.

"Harapannya adalah mereka yang profesional. Cuma pemerintahan sekarang yang berkembang selama 20 tahun terakhir sangat kuat bagi-bagi kursi," kata Franky kepada KONTAN, Selasa (2/9/2014).

Namun menurut Franky, tidak menutup kemungkinan pula jabatan tersebut diisi oleh orang-orang yang berbasiskan partai politik. Yang jelas, jabatan menteri ekonomi harus diisi oleh orang-orang yang memang menguasai kebijakan di kementerian tersebut.

Misalnya kata Franky, orang-orang yang menduduki kursi Komisi IV DPR. "Menurut saya, mereka cukup banyak paham kebijakan-kebijakan di kementerian ekonomi. Kalau figur ini memang betul-betul profesional, tentu tersebut sudah tepat," tambah dia.

Selain itu, seorang menteri ekonomi juga harus memiliki keahlianya dan kemampuan dalam memimpin. Tidak hanya memimpin kementerian, tetapi juga melakukan koordinasi lintas kementerian, lintas partai, sampai pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, bagi orang-orang yang nantinya menjabat sebagai menteri utama ekonomi sambung Franky juga wajib menuntaskan beberapa pekerjaan rumah. Pertama kata dia, mengelola sektor energi secara umum dan menekan subsidi energi khususnya. Kedua, mempersiapkan Indonesia menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang. "Ketika dilantik, sudah harus mulai mereview untuk 2015 mendatang karena tahun ini pemerintah lebih banyak mengurusi politik," tuturnya.

Terakhir, meningkatkan daya saing sektor-sektor ekonomi termasuk di dalamnya pertanian, nelayan, industri lainnya untuk mendongkrak perekonomian nasional. Beberapa sosok yang pantas menjabat sebagai menteri-menteri ekonomi pemerintahan Jokowi-JK kata Franky, yakni Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Mahendra Siregar sebagai Menteri Perdagangan, Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian, Arya Bima sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Bayu Krisnamurti sebagai Menteri Pertanian. (Adinda Ade Mustami)

baca juga:
Menteri Kelautan: Asing Dilarang Beli Pulau di Indonesia
Ini Saran Ekonom soal Waktu Tepat untuk Menaikkan Harga BBM

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Whats New
Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Jejak Kemesraan Erick Thohir dengan Banser

Whats New
DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

DPR Setujui Anggaran Operasional Bank Indonesia Rp 28,41 Triliun Pada 2022

Whats New
Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Nilai Investasi Bisnis Pengisian Kendaraan Listrik Bisa Capai 1,6 Triliun Dollar AS pada 2040

Whats New
Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Allianz Life Indonesia Incar Potensi Pertumbuhan Minat Asuransi di Masa Pandemi

Rilis
Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

Whats New
Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Revisi UU Cipta Kerja Didorong Masuk Prolegnas Prioritas Tahun 2022

Whats New
Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Pemerintah Tawarkan 8 Blok Migas kepada Investor

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok: Komut Merasa Dirut Itu Jangan, Harus Tahu Batasan

Whats New
Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Rekrut 912.402 Tenaga Kerja Baru

Whats New
Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Luhut: Selama Beberapa Dekade, Indonesia Berpuas Diri dengan SDA yang Melimpah...

Whats New
UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Airlangga: Kemudahan Berusaha UMKM Tetap Berlaku

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Menguat di Sesi I Perdagangan

Whats New
Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Peluang Bisnis Makanan Diprediksi Tumbuh, Bogasari Dorong Anak Muda Jadi Foodpreneur

Whats New
Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.