Kompas.com - 04/09/2014, 08:25 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih variatif di tengah tarikan sentimen dollar AS di pasar global, Kamis (4/9/2014). Hari ini mata uang garuda mencoba memperbaiki posisinya dari pelemahan sebelumnya.

Dollar index melemah tipis setelah laporan ekonomi regional AS tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berita tersebut juga mendorong imbal hasil US Treasury 10 tahun kembali turun ke 2,4 persen. Walaupun data penjualan ritel dan service PMI Zona Euro turun euro berhasil menguat tipis.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, tekanan penguatan dollar AS berpeluang mereda hari ini. Petang ini ditunggu pengumuman suku bunga serta kebijakan moneter ECB. Di malam hari, ADP Employment AS ditunggu dan diperkirakan naik.

Rupiah sendiri melemah hingga kemarin sore di tengah sentimen penguatan dollar AS di pasar global. "Rupiah berpeluang menguat hari ini walaupun pelemahan tajam euro menjelang pertemuan ECB bisa membatasi ruang penguatan," tulisnya.

Adapun imbal hasil SUN 10 tahun turun tajam hingga 8,097 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.