BUMN Sering Jadi "Bemper" Pemerintah Hadapi Masalah

Kompas.com - 07/09/2014, 01:05 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu memandang, BUMN seringkali dijadikan alat pelindung bagi pemerintah untuk menghadapi permasalahan. Padahal, permasalahan tersebut bukan disebabkan oleh BUMN.

Said memberi contoh masalah yang dihadapi pemerintah dalam hal bahan bakar minyak dan gas ukuran 12 kilogram. Masalah tersebut malah dibebankan kepada PT Pertamina untuk diselesaikan.

"Seperti halnya gas 12 kilogram. Itu kan persoalan pemerintah, bukan persoalan BUMN. Kenapa BUMN yang disuruh rugi? Sama halnya dengan subsidi BBM. Subsidi BBM seperti yang kemarin pembatasan BUMN. Itu kan pemerintah yang menugaskan, tapi Pertamina yang menghadapi," kata Said di sela-sela acara diskusi publik dan pameran IPTEK "Indonesia Menjawab Tantangan Masa Depan" di Tugu Proklamasi, Sabtu (6/9/2014).

Lebih lanjut Said mengungkapkan, ke depan harus ada pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah dan BUMN. Apabila pemerintah menghadapi masalah, maka jangan melimpahkan masalah tersebut kepada BUMN untuk diselesaikan.

"Menurut saya ke depan kalau yang tanggung jawab pemerintah, clear oleh pemerintah. BUMN, clear oleh BUMN," tegas dia.

Selama ini, ujar Said, BUMN sering dijadikan alat bagi pemerintah terkait defisit anggaran. Seperti misalnya bengkaknya anggaran negara yang digunakan untuk mengimpor BBM. "Bagaimana itu BUMN dimanfaatkan pemerintah dalam menghadapi defisit APBN," ujar Said.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.