Migrasi Konsumsi Elpiji ke 3 Kg hanya 2 Persen

Kompas.com - 15/09/2014, 13:03 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga Elpiji non subsidi 12 kilogram, diakui PT Pertamina (Persero), menimbulkan migrasi ke gas bersubsidi tabung 3 kilogram.

Meskipun demikian, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan hal tersebut tidak akan menjebol kuota gas 3 kilogram.

"Kami laporkan bahwa kenaikan Elpiji diumumkan minggu lalu. Kami sudah lakukan antisipasi. Diperkirakan kalau migrasi jumlahnya 2 persen," lapor Hanung dalam rapat kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9/2014).

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, kuota subsidi gas tabung 3 kilogram dipatok sebesar 5.013 juta metrik ton. Hanung, menyatakan, Pertamina menjamin kuota tersebut tidak akan terlampaui. "Tidak lampaui kuota yang disediakan 2014, 5,013 juta," tegas dia.

Dia menjelaskan, Pertamina dengan Sistem Monitoring Elpiji 3 Kilogram (SIMOL3K) melakukan kegiatan antisipasi agar subsidi 3 kilogram tidak melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2014. "Pakai aplikasi komputer SIMOL3K penjualan Elpiji terpantau dari agen ke pangkalan," ucap Hanung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.