DPR Tolak Usulan Subsidi BBM dari Pemerintah, BPH Migas Ikut Pusing

Kompas.com - 15/09/2014, 17:14 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Andi Noorsaman Sommeng mengaku berat jika volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya direstui DPR sebanyak 46-47 juta kiloliter.

"Enggak. Kita enggak bisa menahan pertumbuhan konsumsi. Enggak bisa kita lawan, selama ekonomi kita membaik," kata Andi ditemui usai rapat dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9/2014).

Dengan pertumbuhan kendaraan bermotor, maka konsumsi BBM bersubsidi seperti tahun-tahun sebelumnya, naik antara 8-10 persen. Andi memperhitungkan, setidaknya dibutuhkan 49 juta kilo liter untuk 2015.

Jika subsidi BBM dibatasi 46-47 juta kiloliter, harus ada aturan tambahan. Misalnya, pembatasan subsidi BBM untuk segmen konsumen tertentu. "Bisa yang mengusulkan yang membuat kebijakan, Ditjen Migas, Kemenkeu," imbuh dia.

Dalam rapat dengan Badan Anggaran, Senin sore, Andi kembali menyatakan keberatan atas volume subsidi BBM yang ditetapkan, kecuali pemerintahan baru memiliki upaya-upaya pembatasan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.