Karyawan Merpati: Pekerja Dolly Dapat Pesangon, Masa Kami Tidak?

Kompas.com - 16/09/2014, 14:36 WIB
Ilustrasi: Karyawan Merpati Nusantara melakukan aksi unjuk rasa menuntut kejelasan pesangon KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIIlustrasi: Karyawan Merpati Nusantara melakukan aksi unjuk rasa menuntut kejelasan pesangon
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) mengadukan nasibnya ke Komisi VI DPR RI karena pembayaran gaji selama 9 bulan belum juga dicairkan. Mereka pun mengaku ikhlas jika memang Merpati dibubarkan, asalkan semua karyawan diberikan pesangon.

Salah satu karyawan Merpati, Fidel Castro, tak habis pikir bagaimana pemerintah menggantungkan nasib karyawan. Saking jengkelnya, dia pun membandingkan nasib karyawan Merpati dan pekerja di Gang Dolly, Surabaya.

"Maaf Pak, pekerja Dolly di Surabaya saja diberikan pesangon. Masa, kami karyawan BUMN nggak dapat?" ujar Fidel Castro di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Dia bercerita mengenai nasib karyawan Merpati yang harus berjuang hidup setelah gaji selama 9 bulan tidak dibayarkan. Menurut Fidel, persoalan pencairan gaji karyawan ini terjadi karena Menteri BUMN tidak memiliki keseriusan menyelesaikan masalah tersebut.

Dia pun berharap, setelah pertemuan dengan Komisi VI DPR RI, persoalan pencairan gaji karyawan Merpati segera menemui titik terang.

Dalam aksi kali ini, karyawan Merpati hadir dari berbagai daerah, termasuk karyawan Merpati Surabaya. Mereka masih menyuarakan tuntutan-tuntutannya terkait pemenuhan hak karyawan, seperti pembayaran gaji dan tunjangan hari raya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.